<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Veronicalucy's Blog</title>
	<atom:link href="http://veronicalucy.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://veronicalucy.wordpress.com</link>
	<description>Blog ini dibuat untuk mendokumentasikan tulisan-tulisanku yang dimuat di media cetak!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Nov 2008 12:29:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='veronicalucy.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Veronicalucy's Blog</title>
		<link>http://veronicalucy.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://veronicalucy.wordpress.com/osd.xml" title="Veronicalucy&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://veronicalucy.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sejarah Mi Instan</title>
		<link>http://veronicalucy.wordpress.com/2008/11/07/sejarah-mi-instan/</link>
		<comments>http://veronicalucy.wordpress.com/2008/11/07/sejarah-mi-instan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 12:29:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veronicalucy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://veronicalucy.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Mi Instan   Princess, siapa yang tak kenal mi instan? Makanan cepat saji dengan pilihan bumbu aneka rasa. Ya…mi instan memang makanan tua-muda yang cukup digemari. Ingin tahu siapa penemunya? Yuk, kita simak ceritanya!   Kisah si Yatim Piatu Adalah Momofuku Ando, seorang bocah Jepang kelahiran tahun 1911, yang sejak berusia tiga tahun telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veronicalucy.wordpress.com&amp;blog=5361172&amp;post=14&amp;subd=veronicalucy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Sejarah Mi Instan</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Princess, siapa yang tak kenal mi instan? Makanan cepat saji dengan pilihan bumbu aneka rasa. Ya…mi instan memang makanan tua-muda yang cukup digemari. Ingin tahu siapa penemunya? Yuk, kita simak ceritanya!</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Kisah si Yatim Piatu </span></span></strong></p>
<p class="verdana8" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:auto 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Adalah Momofuku Ando, seorang bocah Jepang kelahiran tahun 1911, yang sejak berusia tiga tahun telah menjadi yatim piatu. Ando harus membantu neneknya mengurus rumah dan menjaga toko. Cita-citanya adalah menjasdi pedagang. Saat berusia 22 tahun, harta peninggalan orang tuanya pun digunakan untuk berdagang pakaian rajutan di </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Taiwan</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> dan </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Osaka</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">, Jepang. Usahanya terbilang maju. Ia pun bisa menyelesaikan pendidikannya. </span></p>
<p class="verdana8" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:auto 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Pria yang gigih ini, lalu mengembangkan usahanya berdagang senjata dan membuat bagian-bagian pesawat terbang. Ia sempat dituduh korupsi dan dijebloskan ke penjara. Pada tahun 1956, dua tahun setelah dipenjara, ia dibebaskan. Satu-satunya harta yang tertinggal adalah rumah. Pada masa itu, Jepang mengalami paceklik pangan. Amerika bayak menyumbangkan gandumnya ke Jepang. Harga terigu menjadi murah. Pemerintah Jepang pun menganjurkan rakyatnya mengonsumsi roti dan terigu sebagai pengganti nasi.</span></p>
<p class="verdana8" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:auto 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Di dekat Toserba Hankyu di Osaka, Ando melihat banyak orang menyantap mi dengan lahapnya. Pikirannya pun tergugah untuk membuat mi dari terigu. Ando pun mendapat ide untuk membuat mi instan. Ando mulai mewujudkan impiannya pada tahun 1958, dengan membeli mesin pembuat mi dan bereksperimen membuat mi instan di emper belakang rumahnya. Mula-mula mi digoreng agar lebih awet, gurih, dan cepat diolah. Lalu menimbang-nimbang rasa yang pas untuk kuah itu. Dipilihnya kuah ayam karena rasanya yang netral. Ando membawa contoh mi instannya ke sebuah toko serba ada. Ternyata mi instannya laku semua!</span></p>
<p class="verdana8" style="text-align:justify;margin:auto 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="verdana8" style="text-align:justify;margin:auto 0;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Mi Instan Mulai Dikenal</span></strong></p>
<p class="verdana8" style="text-align:justify;margin:auto 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>          </span>Karena emper rumahnya tak cukup menerima pesanan, Ando lalu memindahkan usahanya ke sebuah gudang kosong di </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Osaka</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">. Sejak itu perusahaan-perusahaan besar berebut ingin menjadi penyalur mi instannya. Pada bulan Desember 1958 Ando menamai perusahaannya Nissin Foods. Beberapa bulan kemudian ia pindah ke sebuah pabrik seluas </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">20.000 m2</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">. Di tahun 1960 ia membuka pabrik kedua, dan tahun berikutnya lahir pabrik baru lagi. </span></p>
<p class="verdana8" style="text-align:justify;margin:auto 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>           </span>Meski mi instan laris manis, ia tak bosan-bosan bereksperimen untuk terus memperbaiki mutu. Di tahun 1966 ia berkeliling Eropa dan Amerika. Sepulangnya dari </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">sana</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">, ia menciptakan mi instan yang di kemas dengan gelas dari bahan <em>styrofoam</em> dan memakai garpu untuk memakannya. Pada tahun 1988, saat Ando genap berumur 77 tahun, ia membuka gedung yang disebut “Istana Mi “ di Shinjuku, </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Tokyo</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">. Di dalam gedung tersebut ada beberapa restoran mi, tempat disko, dan museum mi. </span></p>
<p class="verdana8" style="text-align:justify;margin:auto 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>          </span>Kini kita dapat menikmat mi instan kapan pun kita ingin. Mie instan yang masuk ke </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Indonesia</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> tahun 1960-an sekarang berkembang dengan aneka rasa. Tak hanya rasa kaldu ayam, karena bumbunya tentu disesuaikan dengan lidah orang </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Indonesia</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">!</span></p>
<p class="verdana8" style="text-align:justify;margin:auto 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Veronica Lucy</span></p>
<p class="verdana8" style="text-align:justify;margin:auto 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Dimuat di Princess 23, 2003, hal: 18-19</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veronicalucy.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veronicalucy.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veronicalucy.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veronicalucy.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veronicalucy.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veronicalucy.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veronicalucy.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veronicalucy.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veronicalucy.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veronicalucy.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veronicalucy.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veronicalucy.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veronicalucy.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veronicalucy.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veronicalucy.wordpress.com&amp;blog=5361172&amp;post=14&amp;subd=veronicalucy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veronicalucy.wordpress.com/2008/11/07/sejarah-mi-instan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f8ece2225972a8791e287a832ffe8ff?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veronicalucy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buku</title>
		<link>http://veronicalucy.wordpress.com/2008/11/07/buku/</link>
		<comments>http://veronicalucy.wordpress.com/2008/11/07/buku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 12:26:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veronicalucy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Princess]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://veronicalucy.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Buku   Dari Tanah Liat hingga Kulit Binatang             Bentuk awal buku adalah lempengan tanah liat mirip batu nisan. Buku pertama yang pernah ditemukan berasal dari abad ke-4 SM. Ashurbanipal, raja Syria (650 SM) mempunyai perpustakaan yang terdiri dari 20 ribu lempengan tanah liat. Bangsa Mesir Kuno membuat buku dari gulungan papyrus. Dari kata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veronicalucy.wordpress.com&amp;blog=5361172&amp;post=12&amp;subd=veronicalucy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Comic Sans MS;">Buku</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<h1 style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Comic Sans MS;">Dari Tanah Liat hingga Kulit Binatang</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;"><span>          </span>Bentuk awal buku adalah lempengan tanah liat mirip batu nisan. Buku pertama yang pernah ditemukan berasal dari abad ke-4 SM. <strong>Ashurbanipal,</strong> raja </span><span style="font-family:&quot;">Syria</span><span style="font-family:&quot;"> (650 SM) mempunyai perpustakaan yang terdiri dari 20 ribu lempengan tanah liat. Bangsa Mesir Kuno membuat buku dari gulungan papyrus. Dari kata papyrus inilah bermula kata <strong>“Paper”</strong> (kertas). Sejak abad ke-2, kulit binatang menggantikan papyrus karena dianggap lebih kuat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<h1 style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Comic Sans MS;">Penggunaan Kertas Pertama</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"><span>          </span>Bangsa Cina kuno menulis di atas kain sutra. Pada tahun 105 SM, pengadilan Cina menggunakan pulp (bubur kayu) untuk menulis. Zaman inilah dianggap masa penggunaan kertas pertama kali.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<h1 style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Comic Sans MS;">Buku Barang Mewah</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"><span>          </span>Penulisan buku pada awalnya dilakukan dengan tangan sehingga untuk membuat beberapa buku sekaligus diperlukan waktu yang lama sehingga harga buku sangat mahal, dan hanya orang kaya yang dapat memilikinya. Oleh karena mahal, buku sering jadi sasaran pencurian. Pada masa itu, perpustakaan umum merantai koleksi bukunya. Sampai sekarang, perpustakaan yang masih merantai bukunya adalah Perpustakaan <strong>Wimborne Minster</strong> di Dorset dan Perpustakaan <strong>Gereja Wulfrum</strong> di Grantham, Inggris.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<h1 style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Comic Sans MS;">Pencetakan Buku yang Pertama</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;"><span>          </span>Pencetakan buku yang pertama dilakukan dengan balok-balok kayu. Metode ini pertama kali digunakan di Cina. Pada abad ke-11, bangsa Cina dan </span><span style="font-family:&quot;">Korea</span><span style="font-family:&quot;"> mulai mengembangkan mesin pencetak yang bergerak. Hingga pada abad ke-15, <strong>Johanes Gutenberg</strong> dari Jerman menciptakan mesin cetak pertama. Pada awalnya mesin ciptaan Gutenberg ini dijalankan dengan tangan sehingga masih memerlukan waktu yang lama untuk membuat beberapa buku.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">(Veronica Lucy)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Dimuat di Princess 21, 2003, hal: 18-19</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veronicalucy.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veronicalucy.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veronicalucy.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veronicalucy.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veronicalucy.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veronicalucy.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veronicalucy.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veronicalucy.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veronicalucy.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veronicalucy.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veronicalucy.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veronicalucy.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veronicalucy.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veronicalucy.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veronicalucy.wordpress.com&amp;blog=5361172&amp;post=12&amp;subd=veronicalucy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veronicalucy.wordpress.com/2008/11/07/buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f8ece2225972a8791e287a832ffe8ff?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veronicalucy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asal Mula Sabun</title>
		<link>http://veronicalucy.wordpress.com/2008/11/07/asal-mula-sabun/</link>
		<comments>http://veronicalucy.wordpress.com/2008/11/07/asal-mula-sabun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 12:13:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veronicalucy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Princess]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://veronicalucy.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Asal mula Sabun   Kira-kira 4000 tahun yang silam, saat sabun belum dikenal, orang Hittite yang kini lebih dikenal sebagai orang Turki, biasa mencuci tangan dengan air yang diberi abu tanaman. Sementara itu, orang Romawi menggunakan lemak kambing yang dicampur dengan abu kayu api untuk menghasilkan sabun yang pada saat itu disebut sapo. Mereka menggunakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veronicalucy.wordpress.com&amp;blog=5361172&amp;post=9&amp;subd=veronicalucy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><strong><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Asal mula Sabun</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><strong><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Kira-kira 4000 tahun yang silam, saat sabun belum dikenal, orang Hittite yang kini lebih dikenal sebagai orang Turki, biasa mencuci tangan dengan air yang diberi abu tanaman. Sementara itu, orang Romawi menggunakan lemak kambing yang dicampur dengan abu kayu api untuk menghasilkan sabun yang pada saat itu disebut sapo. Mereka menggunakan sapo untuk membersihkan badan dan mengobati luka. Orang Gaul di Eropa juga mengenal sapo. Bukan untuk mandi, tetapi untuk meminyaki rambut supaya mengkilat</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Sampai abad ke-10, kebersihan dan ilmu pengetahuan masih terbengkalai. Baru setelah abad ke-10 orang mulai menyadari kaitan antara kebersihan dan kesehatan. Di Eropa pembuatan sabun mulai popular, terutama di Itali, Spanyol, Prancis dan Inggris. Sabun saat itu dibuat dari campuran minyak olive atau minyak zaitun dengan wewangian bunga-bungaan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;">Pada abad ke-17 sabun hanya untuk orang kaya karena harganya mahal. Benda itu termasuk barang mewah sehingga dikenakan pajak tinggi di Inggris. Satu setengah abad kemudian, Perdana Mentri Inggris saat itu, </span><span style="font-family:&quot;">Gladstone</span><span style="font-family:&quot;"> menghapus pajak sabun demi menjaga kebersihan. Industri sabunpun mulai tumbuh dimana-mana. Sabun saat itu padat, berbentuk bongkahan besar, berwarna dan sudah wangi hanya dijual kiloan. Baru kira-kira tahun 1830-an, sabun dibungkus kecil-kecil. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Nicholas Leblanc dari Prancis memperkenalkan <em>sodium carbonat</em> atau <em>soda ash</em> sebagai bahan sabun di abad ke-18. Dua puluh tahun kemudian, ilmuwan Prancis lainnya menciptakan sabun dari <em>glycerine </em>dan <em>fatty acids</em>. Itulah cikal bakal sabun berbahan kimia. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"><span> </span><span>    </span>Industri Deterjen yang ditemukan pertama di Jerman merupakan campuran garam-garam <em>natrium alkil sulfat</em> dan <em>natrium alkil benzena</em> <em>sulfat. </em>Deterjen kemudian lebih banyak digunakan untuk mencuci pakaian, sedangkan sabun digunakan untuk membersihkan badan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;">Sabun, kini menjadi barang yang mudah didapat, bentuknya bermacam-macam, ada kotak, bulat, cair dan harumnya bisa dipilih sesuai selera. Manusia di manapun harus mandi dengan sabun! Tahu, </span><span style="font-family:&quot;">kan</span><span style="font-family:&quot;"> bedanya dengan yang nggak pakai sabun?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">(Veronica Lucy)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Dimuat di Disney&#8217;s Princess 19, 2003, hal: 18-19</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veronicalucy.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veronicalucy.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veronicalucy.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veronicalucy.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veronicalucy.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veronicalucy.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veronicalucy.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veronicalucy.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veronicalucy.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veronicalucy.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veronicalucy.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veronicalucy.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veronicalucy.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veronicalucy.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veronicalucy.wordpress.com&amp;blog=5361172&amp;post=9&amp;subd=veronicalucy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veronicalucy.wordpress.com/2008/11/07/asal-mula-sabun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f8ece2225972a8791e287a832ffe8ff?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veronicalucy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Parfum</title>
		<link>http://veronicalucy.wordpress.com/2008/11/07/parfum/</link>
		<comments>http://veronicalucy.wordpress.com/2008/11/07/parfum/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 12:08:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veronicalucy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Princess]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://veronicalucy.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[PARFUM        Kata parfum berasal dari bahasa Latin “per fumum” yang berarti menembus. Penggunaan bahan-bahan wewangian bermula di Mesir untuk menyembah dewa-dewa. Bahan-bahan wewangian yang terdiri dari aneka bunga dan buah-buahan itu ditaruh sebagai sesaji.      Parfum tertua ditemukan dalam bentuk “balsem” yang sering dipakai untuk upacara kerajaan, pengawetan jenasah di jazirah Arab. Wewangian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veronicalucy.wordpress.com&amp;blog=5361172&amp;post=7&amp;subd=veronicalucy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 39.75pt 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">PARFUM</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 39.75pt 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 84.75pt 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"><span>     </span>Kata parfum berasal dari bahasa Latin “per fumum” yang berarti menembus. Penggunaan bahan-bahan wewangian bermula di Mesir untuk menyembah dewa-dewa. Bahan-bahan wewangian yang terdiri dari aneka bunga dan buah-buahan itu ditaruh sebagai sesaji.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 84.75pt 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"><span>     </span>Parfum tertua ditemukan dalam bentuk “balsem” yang sering dipakai untuk upacara kerajaan, pengawetan jenasah di jazirah Arab. Wewangian tersebut ditaruh dalam kendi mungil dalam tanah liat dan dibungkus dengan daun palem untuk menstabilkan aroma.</span></span></p>
<p class="MsoBlockText" style="margin:0 84.75pt 0 .25in;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span>     </span>Pada abad ke-16, Catherine de Medici dari Prancis memperkenalkan parfum secara revolusioner sehingga dalam waktu singkat, Prancis mampu menjadi produsen dan pengekspor parfum yang disegani, bahkan dianggap sebagai pusat parfum. Disamping karena kemauan penguasa mempopulerkan parfum, juga karena iklim Prancis memang cocok ditanami berbagai macam jenis bunga sebagai bahan dasar pembuatan parfum.</span></span></p>
<p class="MsoBlockText" style="margin:0 84.75pt 0 .25in;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span>     </span>Setelah mengalami berbagai penyempurnaan, pada abad ke-19, bahan pembuat parfum lebih beraneka ragam, tak hanya dari bunga-bungaan, bahan parfum dari daun-daunan, akar-akaran dan biji-bijian pun berkembang pesat. Bahkan di kemudian hari, dikenal parfum yang terbuat dari minyak, seperti minyak mawar dari Brazil, minyak cengkih dari Zanzibar dan minyak Lavender dari Prancis.</span></span></p>
<p class="MsoBlockText" style="margin:0 84.75pt 0 .25in;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span>     </span>Kini parfum telah menjadi bagian hidup sehari-hari, ada yang berupa cologne, hand and body parfum, maupun parfum spray. Baunya pun beraneka aroma, ada aroma bunga, buah-buahan, rempah-rempah, bahkan aroma pantai. Hmmmm Princess pasti wangi kalau memakainya!</span></span></p>
<p class="MsoBlockText" style="margin:0 84.75pt 0 .25in;"><span style="font-size:small;font-family:Comic Sans MS;">(Veronica Lucy)</span></p>
<p class="MsoBlockText" style="margin:0 84.75pt 0 .25in;"> </p>
<p class="MsoBlockText" style="margin:0 84.75pt 0 .25in;"><span style="font-size:small;font-family:Comic Sans MS;">Dimuat di Disney&#8217;s Princess 17, 2003, hal: 18-19</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veronicalucy.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veronicalucy.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veronicalucy.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veronicalucy.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veronicalucy.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veronicalucy.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veronicalucy.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veronicalucy.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veronicalucy.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veronicalucy.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veronicalucy.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veronicalucy.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veronicalucy.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veronicalucy.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veronicalucy.wordpress.com&amp;blog=5361172&amp;post=7&amp;subd=veronicalucy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veronicalucy.wordpress.com/2008/11/07/parfum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f8ece2225972a8791e287a832ffe8ff?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veronicalucy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Es Krim</title>
		<link>http://veronicalucy.wordpress.com/2008/11/07/es-krim/</link>
		<comments>http://veronicalucy.wordpress.com/2008/11/07/es-krim/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 12:01:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veronicalucy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Princess]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://veronicalucy.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Princess, siapa, sih yang nggak suka makan es krim? Ya…,es yang satu ini memang rasanya lezat. Apalagi ditambah coklat, strawberry, duren. Wah, nyam…nyam…nyam…nyam nikmatnya!   Konon kabarnya, es krim berasal dari negeri Cina. Kala itu es krim terbuat dari nasi lumat, susu atau buah-buahan yang dipendam di dalam salju. Oleh Marcopolo, penjelajah dunia dari Itali, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veronicalucy.wordpress.com&amp;blog=5361172&amp;post=5&amp;subd=veronicalucy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;">Princess, siapa, sih yang nggak suka makan es krim? Ya…,es yang satu ini memang rasanya lezat. Apalagi ditambah coklat, strawberry, </span><span style="font-family:&quot;">duren</span><span style="font-family:&quot;">. Wah, nyam…nyam…nyam…nyam nikmatnya!</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Konon kabarnya, es krim berasal dari negeri Cina. Kala itu es krim terbuat dari nasi lumat, susu atau buah-buahan yang dipendam di dalam salju. Oleh Marcopolo, penjelajah dunia dari Itali, resep resep es krim buatan Cina dibawa ke Itali di abad ke-13.<span>  </span>Resep ini lalu dipercaya sebagai cikal bakal es krim.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Nah, resep es krim ini sangat dirahasiakan, hanya orang-orang kaya yang punya ruang khusus menyimpan balok-balok es yang bisa kenyang makan es krim. Namun es krim kala itu hanya ditambah campuran sari buah dan madu. Baru pada tahun 1560-an es krim bisa dibuat sekaligus dalam jumlah banyak dan mulai dijual dengan gerobak dorong.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Di awal abad ke-17, seorang koki kerajaan Perancis bernama Tissain yang bekerja di zaman Raja Charles I menemukan resep es krim tiga rasa. Oleh Sang Raja, Tissain diberi sejumlah uang agar tak memberi tahu resepnya pada orang lain. Namun, ketika Raja Charles wafat, Tissain menjual resep es krmi tersebut ke Café Napolitan di Paris. Sejak saat itu mulailah dikenal es krim tiga rasa.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Es krim pun berkembang pesat di selurh dunia. Kini kita mengenal es krim soda, es krim <em>horen</em> yang di Indonesia dikenal dengan es “tung-tung” atau “es nong-nong,” es krim <em>cone </em>dan es krim rasa buah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Mau tahu es krim apa yang paling disukai di dunia?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Ternyata yang paling top adalah rasa coklat, vanili dan stroberry.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">(Veronica)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Princess, buatlah es krim sesuai fantasimu!</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Dimuat di Disney&#8217;s Princess 15, 2003, hal: 18-19</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veronicalucy.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veronicalucy.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veronicalucy.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veronicalucy.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veronicalucy.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veronicalucy.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veronicalucy.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veronicalucy.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veronicalucy.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veronicalucy.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veronicalucy.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veronicalucy.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veronicalucy.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veronicalucy.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veronicalucy.wordpress.com&amp;blog=5361172&amp;post=5&amp;subd=veronicalucy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veronicalucy.wordpress.com/2008/11/07/es-krim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f8ece2225972a8791e287a832ffe8ff?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veronicalucy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lilin</title>
		<link>http://veronicalucy.wordpress.com/2008/10/31/lilin/</link>
		<comments>http://veronicalucy.wordpress.com/2008/10/31/lilin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 10:24:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veronicalucy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Princess]]></category>
		<category><![CDATA[Princess Science]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://veronicalucy.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Mendengar kata lilin, apa yang Princess bayangkan? Ya, sebuah benda bersumbu yang dapat menyala? Namun lilin ternyata tidak hanya berfungsi sebagai penerang,lho!   Menurut para ahli, lilin pertama kali ditemukan oleh bangsa Mesir Kuno dan dipakai sejak 3500 SM sebagai alat penerangan. Mereka membuatnya dari serabut sumbu yang dikelilingi lemak atau lilin.   Selama berabad-abad, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veronicalucy.wordpress.com&amp;blog=5361172&amp;post=3&amp;subd=veronicalucy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Mendengar kata lilin, apa yang Princess bayangkan? Ya, sebuah benda bersumbu yang dapat menyala? Namun lilin ternyata tidak hanya berfungsi sebagai penerang,lho!</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Menurut para ahli, lilin pertama kali ditemukan oleh bangsa Mesir Kuno dan dipakai sejak 3500 SM sebagai alat penerangan. Mereka membuatnya dari serabut sumbu yang dikelilingi lemak atau lilin. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Selama berabad-abad, lilin menjadi alat penerangan yang cukup mahal di Eropa. Hanya di rumah para bangsawan dan di gereja-gereja terdapat banyak lilin. Namun, seiring dengan kemajuan zaman serta setelah<span>  </span>ditemukannya listrik, lilin tidak lagi menjadi komoditas mewah para bangsawan. Kini lilin<span>  </span>termasuk barang murah dan dapat kita jumpai di berbagai tempat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;">Princess, bentuk lilinpun mengalami perubahan, lho.<span>  </span>Kalau dahulu bentuknya panjang, putih dan polos, kini dapat kita jumpai lilin dalam berbagai bentuk. </span><span style="font-family:&quot;">Ada</span><span style="font-family:&quot;"> yang berbentuk piramida, potongan kue tart, jeruk manis, setangkai mawar,suasana akuarium ikan atau berbentuk es cream. Bahkan kni beredar lilin beraroma, sehingga saat lilin menyala, bau semerbak akan tercium di sekitar lilin sampai akhirnya lilin padam. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Tips Princess!</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Lama pembakaran lilin berbeda-beda, antara 4 sampai 10 jam. Agar supaya nyala lilin dapat bertahan lama, gosoklah sabun kering ke seluruh batang lilin, sehingga ketika lilin menyala, cairan yang ada di sekitar sumbu lilin yang menyala tidak akan meleleh ke batang lilin. Dengan cara demikian, lilin tak cepat habis terbakar.</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Untuk acara ulang tahun kini tersedia lilin berbentuk angka sesuai dengan umurmu. Kalau mau lebih meriah, taruh lilin yang bentuknya sejenis, misalnya lilin buah-buahan yang diletakan dalam keranjang dan taruhlah di sudut-sudut ruangan ulang tahunmu. Jangan lupa, wangi lilin disesuaikan dengan seleramu. Pestamu pasti berkesan!<span>         </span>(Veronica)</span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Dimuat di Princess 13, 27 Januari 2003, hal: 12-13</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veronicalucy.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veronicalucy.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veronicalucy.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veronicalucy.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veronicalucy.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veronicalucy.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veronicalucy.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veronicalucy.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veronicalucy.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veronicalucy.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veronicalucy.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veronicalucy.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veronicalucy.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veronicalucy.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veronicalucy.wordpress.com&amp;blog=5361172&amp;post=3&amp;subd=veronicalucy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veronicalucy.wordpress.com/2008/10/31/lilin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f8ece2225972a8791e287a832ffe8ff?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veronicalucy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://veronicalucy.wordpress.com/2008/10/31/hello-world/</link>
		<comments>http://veronicalucy.wordpress.com/2008/10/31/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 09:10:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veronicalucy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veronicalucy.wordpress.com&amp;blog=5361172&amp;post=1&amp;subd=veronicalucy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veronicalucy.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veronicalucy.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veronicalucy.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veronicalucy.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veronicalucy.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veronicalucy.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veronicalucy.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veronicalucy.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veronicalucy.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veronicalucy.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veronicalucy.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veronicalucy.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veronicalucy.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veronicalucy.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veronicalucy.wordpress.com&amp;blog=5361172&amp;post=1&amp;subd=veronicalucy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veronicalucy.wordpress.com/2008/10/31/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f8ece2225972a8791e287a832ffe8ff?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veronicalucy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
